Selamat Jalan Ija

Posted by Float Category: news Tag:

 

Foto ini diabadikan oleh manajer kami, Ricky Adrian, saat kami berkesempatan menampilkan Riza Arshad di Java Jazz Festival 2016. Kami memanggilnya “Ija”.  Kami bertemu pertama kali di studio rekaman rumah Bontel di daerah Petamburan tahun 2006 lalu, saat sedang menyiapkan sesi rekaman accordion yang dimainkan Ija di lagu “Surrender” untuk album “Music For 3 Hari Untuk Selamanya”. Hanya perlu sedikit waktu & arahan untuk menyelesaikan sesi rekaman hari itu. Iya, lah. IJA!

Di luar kepiawaiannya dalam bermusik, kami mengenal Ija sebagai sosok yang ramah, rendah hati, berwawasan luas, extrovert dengan gaya yang tidak biasa. Selalu ada saja ilmu, cerita, atau info baru yang kami dapat dari Ija di setiap pertemuan kami yang jarang. Tentang apa saja, tidak hanya musik. Yang pasti, selalu ada saja percakapan baru yang kurang-lebih arahnya tentang bagaimana caranya untuk mengembangkan potensi kami, kita semua, untuk bisa berdiri sendiri, terus berkarya, independently. Ija sudah melakukannya bertahun-tahun lebih dulu.

Berita duka itu datang melalui David di grup WA kami tadi sore. Kami langsung mendadak sibuk mencari konfirmasi. Ternyata benar, sesi malam di JJF 2016 lalu adalah kesempatan terakhir bagi kami untuk bermain dengan sang maestro.

Selamat jalan, Ija! Salam hormat selalu.

Chi trova un amico trova un tesoro.

Leave a Reply